5 Ilmuwan Paling 'Gila' dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan
Harry Harlow – Penyiksa Monyet
Eksperimen
terkait teori keterikatan dalam psikologi oleh Harry Harlow. (Sumber Alchetron)
Ia dikenal sebagai salah psikolog kenamaan Amerika Serikat
(AS) yang beberapa karyanya dianggap sangat penting bagi perkembangan ilmu
psikologi modern. Salah satu temuannya yang paling diingat adalah penjelasan
ilmiah tentang ikatan batin antara ibu dan anak.
Menggunakan monyet sebagai medium penelitian, Harlow kerap
melakukan beberapa eksperimen keji untuk mencari tahu apakah ikatan batin ibu
dan anak dapat dirusak atau tidak. Ia pernah mengurung bayi monyet yang baru
lahir hingga satu tahun lamanya di sebuah kadang kecil. Ia merawat bayi monyet
itu tanpa pernah mepertemukannya dengan sang induk.
Hasil penelitiannya cukup mengejutkan, bahwa ikatan batin
antara induk dan ‘tahanan’ bayi monyet tersebut tetap ada, meski tidak pernah
bertemu sejak dilahirkan. Dengan sendirinya, induk dan anaknya yang terpisah
itu menyadari hubungan darah di antara keduanya.
Jack Parsons – Ilmuwan Roket Gaib
Jack
Parsons, ilmuwan roket yang menyukai hal-hal gaib - AFP
Parsons memiliki rekam jejak yang baik di ranah ilmu
pengetahuan, khususnya dalam pengembangan teknologi roket. Ia merupakan ilmuwan
yang sangat aktif di Institut Teknologi California, dan juga merupakan salah
satu pendiri Propulsion Laboratory yang terus aktif meneliti teknologi roket
hingga kini.
Hal yang membuatnya dianggap gila adalah keyakinannya
terhadap berbagai hal gaib, seperti merajah tubuhnya dengan pola gambar aneh
dan kebiasaan bereksperimen di ruangan yang diterangi oleh deretan lilin warna
hitam, yang ia sebut mampu meningkatkan konsentrasi.
Ia juga diketahui merupakann penganut paham Thalema yang
sangat meyakini eksistensi dewa-dewa di banyak legenda peradaban kuno. Bahkan,
ia kerap melontarkan mantra-mantra yang diikuti oleh teriakan menyebut nama
dewa Yunani kuno sebelum meluncurkan roket hasil penelitiannya.
Sydney Gottlieb – Penguasa Racun
Ilmuwan
Sydney Gottlieb berbincang dengan Presiden Eisenhower - AP
Julukan sebagai penguasa racun sepertinya tidak berlebihan
disematkan pada Sydney Gottlieb. Pasalnya, ia merupakan salah satu otak dari
sekian banyak skandal penggunaan racun yang dilakukan oleh CIA di era perang
dingin.
Sebagai contoh, ia diketahui mencetuskan ide untuk mengolesi
bagian dalam sepatu mantan Pemimpin Kuba, Fidel Castro, dengan racun thallium
yang mampu merontokkan rambut di hampir seluruh tubuh. Selain itu, Gottlieb
juga diduga kuat pernah mengajukan ide untuk menghabisi Castro melalui cerutu
beracun, pakaian renang beracun, dan pulpen beracun.
Konon, racun racikan Gottlieb sempat hampir membunuh
mendiang diktator Irak, Saddam Hussein, dengan menggunakan racun pelumpuh
syaraf yang dibuat dalam versi bubuk, cairan, dan bahkan gas.
Giovanni Aldini – Pembangkit Mayat
Ilustrasi
tentang eksperimen Giovanni Aldini dalam membangkitkan mayat - AP
Teknologi pemacu detak jantung yang lazim digunakan oleh
dunia medis saat ini ternyata berawal dari sejarah panjang yang cukup
mengerikan. Adalah Giovanni Aldini, seorang fisikawan Abad ke-19 asal Italia
yang dikenal terobsesi membangkitkan jasad yang telah mati, baik manusia maupun
hewan. Ia meragukan konsep Gereja Katolik yang menyebut kematian adalah takdir,
dan justru menganggapnya sebagai hal yang bisa dicegah, atau setidaknya ditunda
waktunya.
Salah satu yang paling diingat adalah eksperimen yang
dilakukannya pada tahun 1803 silam di kota Wina, Austria. Ia diberi kuasa untuk
menjadikan mayat seorang kriminal sebagai medium penelitiannya. Disaksikan oleh
puluhan orang, ia berhasil membuat banyak bagian tubuh mayat tersebut bergerak
dengan bantuan hentakan dari arus listrik.
Oleh banyak saksi saat itu, eksperimen Aldini disebut sangat
meyakinkan, meskipun secara definisi ilmiah modern, hal itu disebut sebagai
bentuk keterkejutan syaraf yang masih mungkin terjadi pada jasad yang belum
sepenuhnya membusuk.
Menariknya, Kerajaan Austria kala itu kagum atas berbagai
eksperimen gila yang dilakukan oleh Aldini, dan memberikannya penghargaan
berupa gelar 'Ksatria Naga yang Membawa Cahaya Terang'.
Robert J. White – Spesialis Transplantasi Otak
Potret Dr.
Robert J. White, ahli spesialis transplantasi otak - AP
Dr. Robert J. White merupakan seorang ahli bedah berkebangsaan
Amerika Serikat yang sangat terkenal dalam isu transplantasi otak. Ia juga
dikenal sebagai penemu teknik pendinginan spiral cord yang kini
digunakan di banyak proses bedah oleh para institusi medis dunia.
Di tahun 1962, ia mengeluarkan otak anjing dari tempurung
kepalanya, dan berhasil membuatnya tetap hidup selama beberapa jam sebelum
dikembalikan ke tempat semula, dan tidak memberi efek samping yang berarti pada
anjing percobaannya. Namun, kesuksesan itu sejatinya tidak begitu saja terjadi,
melainkan telah melalui puluhan uji coba, yang berarti menandakan ia telah
membunuh banyak anjing demi kepentingan penelitiannya.
Di era 1970-an, ia berhasil memindahkan otak dari dua monyet
yang berbeda, dan membuatnya hidup normal beberapa bulan, sebelum terpaksa menyuntik
mati karena munculnya indikasi komplikasi. Meski tidak sepenuhnya berhasil,
eksperimen tersebut justru menjadi dasar dalam perkembangan ilmu mutasi dan
transplantasi syaraf di era modern.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar